Yuk, kita kenali lebih jauh tentang bencana
PFA · WISE
Yuk, kita kenali lebih jauh tentang bencana
MODUL 01
Istilah "bencana" berasal dari bahasa Latin disastro. Kata disastro diartikan sebagai nasib kemalangan, ketidakberuntungan, atau nasib buruk.
Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat disebabkan oleh faktor alam, nonalam, maupun manusia (UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana).
Bencana merupakan gangguan serius terhadap keberfungsian masyarakat atau komunitas pada berbagai skala masyarakat, yang timbul akibat peristiwa berbahaya (hazard) dan dipengaruhi oleh tingkat paparan, kerentanan, serta kapasitas masyarakat (UNDRR, 2017).
Kenali istilahnya:
Segala sesuatu (orang, rumah, infrastruktur, aset, dan lainnya) yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak oleh bahaya.
Semakin besar paparan, semakin besar potensi kerugian.
Kondisi fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membuat individu, komunitas lebih mudah mengalami dampak akibat bahaya.
Semakin tinggi kerentanan, semakin berat dampak yang dialami.
Kekuatan, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki individu, organisasi, komunitas, atau masyarakat untuk menghadapi dan mengurangi dampak bencana serta bangkit kembali setelah bencana.
Semakin tinggi kapasitas, semakin besar peluang bertahan dan bangkit kembali.
Bencana berdasarkan Penyebabnya
Bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang terjadi karena proses alam. Contoh: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
Bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam. Contoh: kegagalan teknologi, kegagalan modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
Bencana yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia. Contoh: konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat dan terorisme.
Bencana berdasarkan Kemampuan Pengelolaannya
Bencana yang masih dapat ditangani oleh pemerintah daerah setempat, seperti pemerintah provinsi atau kota. Jika tidak dapat ditangani, penanganannya dapat meningkat ke tingkat nasional.
Bencana yang memerlukan penanganan oleh pemerintah tingkat nasional. Jika kemampuan nasional tidak mencukupi, dapat melibatkan bantuan atau lembaga internasional.
Bencana yang memerlukan dukungan lembaga internasional atau kerja sama beberapa negara dalam penanganannya.
Bencana berdasarkan Kecepatan Terjadinya
Bencana yang terjadi secara tiba-tiba atau dalam waktu singkat, dengan sedikit atau tanpa peringatan. Dampaknya dapat terjadi dalam hitungan jam hingga hari. Contoh: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, tornado, dan banjir.
Bencana yang berkembang secara perlahan dan gejalanya dapat sulit terlihat pada awalnya. Dampaknya muncul secara bertahap dan dapat berlangsung dalam waktu yang panjang. Contoh: kekeringan, kelaparan, dan epidemi penyakit.
MODUL 02
Bencana dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Dampaknya tergantung pada jenis bencana serta kondisi wilayah dan masyarakat yang terdampak.
Bencana dapat menyebabkan perubahan dan kerusakan pada lingkungan serta sumber daya alam. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan memengaruhi kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Bencana dapat mengubah kehidupan sosial dan hubungan antarindividu maupun kelompok masyarakat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan orang yang terdampak mengalami perubahan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar, serta aktivitas bersama masyarakat.
Dampak sosial dapat berupa:
Kondisi di tempat pengungsian, seperti keterbatasan tempat, kebutuhan dasar, sanitasi, dan akses air bersih, dapat mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat dan bahkan, dalam kondisi tertentu, dapat memicu konflik di antara masyarakat yang terdampak.
Selain dampak fisik dan sosial, bencana juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu yang terdampak. Perubahan kondisi kehidupan, kehilangan, serta pengalaman menghadapi situasi krisis dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Dampak psikologis dapat terjadi pada individu maupun kelompok masyarakat sehingga perlu perhatian lebih dalam penanganannya.
Yuk, kenali lebih jauh bagaimana bencana dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Bencana dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Kerusakan yang terjadi dapat memengaruhi kemampuan masyarakat untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan usaha.
Dampak ekonomi dapat berupa:
Selain itu, kerusakan infrastruktur dan fasilitas penting, seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, sistem komunikasi, jaringan air bersih, fasilitas kesehatan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya, dapat menghambat mobilitas, distribusi barang, pelayanan masyarakat, dan proses pemulihan di wilayah terdampak.
Bencana dapat menimbulkan dampak fisik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak tersebut dapat berupa luka, cedera, gangguan kesehatan, orang hilang, hingga kematian. Jenis dampak fisik dapat berbeda sesuai dengan karakteristik bencana.
MODUL 03
Ilustrasi Alur Perjalanan Respons Psikologis Setelah Bencana
Bencana dapat menimbulkan berbagai reaksi psikologis pada individu. Bentuk dan tingkat keparahan reaksi dapat berbeda pada setiap orang, dan seseorang dapat mengalami satu atau beberapa reaksi sekaligus. Reaksi tersebut pada umumnya merupakan respons alami terhadap situasi krisis seperti bencana.
Kenangan, pikiran, atau perasaan tentang peristiwa bencana yang muncul secara tiba-tiba dan tidak diinginkan. Reaksi yang dapat muncul:
Kondisi setelah bencana yang ditandai dengan meningkatnya kewaspadaan atau ketegangan. Reaksi yang dapat muncul:
Upaya menghindari pikiran, ingatan, atau hal-hal yang mengingatkan pada kejadian bencana. Reaksi yang dapat muncul:
Perubahan pola atau kualitas tidur yang dapat terjadi setelah bencana. Reaksi yang dapat muncul:
Respons alami terhadap kehilangan setelah bencana yang dapat berbeda pada setiap orang. Reaksi yang dapat muncul:
Reaksi psikologis setelah bencana umumnya dapat berangsur membaik seiring waktu. Namun, pada sebagian penyintas, reaksi dapat menetap atau memburuk hingga mengganggu fungsi pribadi, sosial, dan kehidupan sehari-hari.
Reaksi psikologis perlu mendapat perhatian lebih lanjut apabila:
Kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa penyintas membutuhkan dukungan atau penanganan lebih lanjut.
Setelah mengalami atau menyaksikan bencana, sebagian penyintas dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti berikut:
Gangguan Stres Akut (ASD) dapat terjadi setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Gejalanya dapat muncul 3 hari hingga 1 bulan setelah peristiwa.
Tanda yang dapat dikenali:
Kapan perlu bantuan? Jika gejala sangat berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari, penyintas dapat memerlukan penilaian lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD) dapat berkembang setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis. Gejalanya dapat berlangsung lebih dari 1 bulan dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Tanda yang dapat dikenali:
Kapan perlu bantuan? Jika gejala menetap lebih dari 1 bulan dan mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, penyintas perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Gangguan depresi ditandai oleh suasana hati yang tertekan atau kehilangan minat dan kesenangan dalam berbagai aktivitas. Episode depresi berlangsung setidaknya 2 minggu, hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari.
Tanda yang dapat dikenali:
Perlu perhatian segera! Jika penyintas menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri, ingin mati, atau berniat menyakiti diri sendiri, jangan abaikan kondisi tersebut. Pastikan penyintas tidak dibiarkan sendirian, prioritaskan keselamatannya, dan segera hubungkan dengan layanan kesehatan atau tenaga profesional terkait.
Gangguan kecemasan ditandai oleh rasa takut atau kekhawatiran yang intens dan berlebihan, sulit dikendalikan, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tanda yang dapat dikenali:
Kapan perlu bantuan? Jika kecemasan sangat berat, sulit dikendalikan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, penyintas perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut oleh tenaga profesional.
Mengenali gejala bukanlah untuk mendiagnosis (karena diagnosis merupakan wewenang tenaga profesional), melainkan sebagai langkah awal untuk memberikan pertolongan pertama, memantau kondisi penyintas, serta menjembatani mereka agar segera mendapatkan bantuan profesional yang tepat.
MODUL 04
Berbagai kebutuhan setelah bencana
Setiap penyintas memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, dukungan pada masa awal perlu diberikan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Dalam situasi krisis, terdapat berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk merespons kebutuhan orang yang terdampak. Salah satunya adalah Psychological First Aid (PFA).
PFA merupakan salah satu bentuk dukungan psikososial awal yang dapat diberikan kepada orang yang mengalami distres akibat krisis atau peristiwa yang sangat menekan.
PFA diberikan secara manusiawi, suportif, dan praktis dengan memperhatikan keselamatan, kebutuhan dasar, informasi, serta dukungan sosial dan layanan yang dibutuhkan.
Lalu, bagaimana PFA diterapkan dalam situasi bencana?
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam penerapannya?
Yuk, kenali PFA lebih lanjut